Scroll untuk membaca artikel
Selasa, 24 Januari 2023 | 23:47 WIB

Tidak Hanya Menjadi Latar di Serial The Last of Us, Dua Pemeran Asal Indonesia Ini Juga Terlibat Didalamnya

Anik AS
Tidak Hanya Menjadi Latar di Serial The Last of Us, Dua Pemeran Asal Indonesia Ini Juga Terlibat Didalamnya
Series adaptasi dari gim PlayStation The Last of Us. ((Instagram @thelastofus))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Series adaptasi dari gim PlayStation The Last of Us telah memasuki babak baru di episode 2 setelah perilisan episode pembuka pada 15 Januari 2023 lalu. Indonesia patut berbangga lantaran ada dua nama pemeran dari Indonesia yang muncul dalam serial tersebut.

Pertama adalah Christine Hakim yang jauh-jauh hari mengkonfirmasi keterlibatannya serial yang telah tayang di HBO itu. Kedua ialah aktor senior Yayu Unru ikut membintangi serial The Last of Us dan muncul dalam episode 2 The Last of Us.

Pada penggarapan tersebut Yayu berperan sebagai Agus Hidayat. Ia tampil mengenakan seragam TNI Angkatan Darat. Dari seragam yang dia kenakan, Yayu diketahui sebagai Jenderal berpangkat bintang tiga.

The Last of Us episode 2 menyoroti asal-usul infeksi Cordyceps. Pembukaan The Last of Us episode 2 berpusat pada Ibu Ratna yang makan siangnya diganggu oleh seorang perwira militer Indonesia. Ratna bekerja di kampus UI sebagai guru besar Mikologi, yaitu ilmu yang mempelajari tentang jamur.

Baca Juga:Pertama Kali, Persibangga Purbalingga Ikut Piala Suratin U-15

Mengutip Antara, Selasa, (24/01/2023) pada episode kedua, penonton mendapatkan sebuah fakta bahwa Jakarta menjadi pusat awal wabah mengerikan. Dalam episode tersebut Ratna, meneliti korban pertama di Indonesia yang terkena wabah Cordyceps sebelum akhirnya meluas.

Pada versi gim, awal dari penyebaran wabah bukanlah dari Indonesia, melainkan dari Amerika Selatan. Perubahan tersebut bukanlah tanpa alasan, hal tersebut disesuaikan dengan asal dari jamur Cordyceps yang kebanyakan bisa ditemukan di wilayah Asia.

Di mana Indonesia mempunyai kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur, misalnya iklim yang cenderung panas dan memiliki banyak hutan. Hal tersebut membuat infeksi otak Cordyceps yang berasal dari Jakarta lebih masuk akal daripada Amerika Selatan seperti dalam game.

Padatnya penduduk Indonesia juga bisa menjadi faktor utama cepatnya penyebaran infeksi dalam film. Penduduk Indonesia tercatat memiliki jumlah mencapai sekitar 273 juta.

Pada episode 2, dijelaskan kurang dari 48 jam terdapat 3 orang korban. Penyebaran yang meluas tanpa vaksin dan tanpa obat ini menjadi pondasi dari series The Last Of Us.***

Baca Juga:Megahnya GOR Krida Perwira Purbalingga, Bisa Dipakai Umum

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Lifestyle

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda