Scroll untuk membaca artikel
Senin, 23 Januari 2023 | 06:15 WIB

Rahasia di Balik Kemuliaan Bulan Rajab

Afgan Dirga
Rahasia di Balik Kemuliaan Bulan Rajab
Ilustrasi Bulan Rajab (Pixabay)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Bulan Rajab merupakan bulan penuh kemuliaan. Pada bulan ini umas Islam dianjurkan berpuasa dan meningkatkan amal ibadah karena nilainya dilipatgandakan. Sebaliknya, perbuatas dosa juga mendapat balasan berlipat.

Hal ini sebagaimana disampaikan Fakhruddin ar-Razi yang menyebut pada bulan haram atau mulia, setiap perbuatan maksiat akan mendapat siksa lebih dahsyat. Begitu pula sebaliknya, perilaku taat kepada Allah dilipatgandakan pahalanya.

 
:  

Artinya: “Maksud dari haram adalah sesungguhnya kemaksiatan di bulan-bulan itu memperoleh siksa yang lebih berat dan ketaatan di bulan-bulan tersebut akan mendapat pahala yang lebih banyak. (Fakhruddir ar-Razi, Tafsir al-Fakhrir Razi, Drul Fikr, Beirut, cet 1, 1981, juz 16, halaman 53)    

Baca Juga:Daftar Harga HP Realme Narzo 50 Series, Mulai Rp 1 Jutaan

Bulan Rajab bukan satu-satunya bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rajab merupakan satu di antara empat bulan yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'la. 

Hal ini termaktub dalam firman Allah:  
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu (lauhul mahfudz).  Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (QS at-Taubah: 36)    

Ayat di atas diturunkan sebelum fathu Makkah (pembebasan kota Makkah), saat orang-orang dari Madinah takut berkunjung ke Makkah. Kemudian turunlah ayat di atas yang menjelaskan bahwa jumlah bulan dalam setahun ada 12 bulan. 

Empat di antaranya adalah haram (mulia). Sesuai konsensus ulama, tiga dari bulan tersebut berdampingan yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram. Sedangkan yang satu lagi berpisah sendiri, bulan Rajab.    

Menurut sejarah, Ibrahim an-Nakha'i mengisahkan, Rajab merupakan bulan saat Nabi Nuh berlayar bersama kaumnya yang taat. Ia berpuasa secara pribadi serta menyuruh orang yang bersamanya untuk berpuasa juga, kemudian Allah menyelamatkan mereka dari banjir bandang dan Allah melenyapkan kemusyrikan secara total dari muka bumi.     

Baca Juga:Hasil Barcelona vs Getafe: Gol Tunggal Pedri Menangkan Blaugrana

Dikutip dari nu.or.id, terkait makna Rajab secara harfiyah, ulama berbeda pendapat. Sebagian mengatakan, rajab dari kata tarjîb maknanya mengagungkan. Pendapat ini juga disampaikan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitabnya al-Ghun-yah.    

Terdapat makna lain yang cukup banyak pada kata Rajab. Dalam hadits Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diriwayatkan dari Abi Bakrah, Rajab itu Mudlar

Artinya: “Sesungguhnya waktu itu berputar sebagaimana saat Allah menciptakan langit-langit dan bumi. Setahun terdapat 12 bulan. Di antaranya ada empat yang mulia. Tiga bulan berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dan Rajab Mudlar yang jatuh antara Jumadal Ula-Jumadal Akhirah dan Sya'ban.” (Sahih Bukhari: 4294)   

Mudlar merupakan satu klan di Arab yang sangat mengagungkan bulan Rajab. Karena perilaku mereka ini, Rasulullah mengistilahkan keagungan Rajab dengan mengacu sebagaimana keagungan yang dilakukan oleh klan Mudlar.   

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Budaya

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda