Scroll untuk membaca artikel
Rabu, 18 Januari 2023 | 14:33 WIB

Dari Desa di Pinggiran Purbalingga, Lukisan Doodle Karya Fahmi DNR Mendunia

Afgan Dirga
Dari Desa di Pinggiran Purbalingga, Lukisan Doodle Karya Fahmi DNR Mendunia
Lukisan karya Fahmi DNR dalam pameran di sebuah pendapa di Purbalingga, Sabtu 14 Januari 2023. (Dokumentasi dinkominfo Purbalingga)

PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Fahmi Dian Nur Rahma yang familiar dengan nama Fahmi DNR (27), perempuan yang tinggal di Desa Selanegara, Kaligondang, Purbalingga melahirkan karya yang mendunia. Dia menciptakan karakter yang khas lukisan doodle.

Lukisannya mendunia. Karyanya terjual hingga ke Belanda, Korea, Maroko, dan beberapa negara lain. Karya lukisannya kini juga dijadikan merchandise seperti kaos, handbag, dan lainnya.

Pendiri PT. Fahmi DNR Doodle Gallery ini menceritakan awal mula karyanya diminati kolektor dari negeri Kincir Angin. Fahmi DNR yang hobi melukis sejak kecil ini awalnya rutin memposting karyanya di media sosial (medsos) facebook  hingga di tahun 2013 ada kolektor asal Belanda yang tertarik dengan karya lukisnya.

"Sejak itulah dia memperkenalkan karya-karya saya di Belanda, bahkan sebenarnya di tahun 2022 saya diundang untuk mengadakan pameran di sana, tapi tertunda karena pandemi," ujarnya saat persiapan pameran tunggalnya yang ketiga, Sabtu (14/1) di Hotel Bagoes Purbalingga.

Baca Juga:Tsamara Amany Dukung Erick Thohir Jadi Ketua Umum PSSI: Dia Pernah Kelola Inter Milan

Ibu satu putra ini juga mengatakan karyanya memiliki beberapa ciri khas dan hak patennya telah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM RI. Beberapa ciri dalam karya lukisan doodlenya antara lain menggambarkan sosok wanita yang bermata bulat, mulut kecil, pipi merona, dan bertubuh kurus seperti yang diinginkan kebanyakan perempuan.

Fahmi DNR juga memotivasi para pemuda dan pemudi di Purbalingga yang memiliki bakat seni khususnya lukis untuk terus berkarya dan jangan malu posting karyanya melalui medsos. 

Dia juga mengungkapkan pentingnya mendaftarkan hak paten sebuah karya seni karena pengalaman karya lukisnya pernah digunakan untuk produk daster tanpa ijin.

"Ayolah para pemuda-pemudi, posting, posting, dan posting karyamu meski nggak pede (percaya diri-red) sampai akhirnya banyak yang invite," pungkasnya. 

Baca Juga:Pegadaian dan Danamon Bersinergi Pelopori Sustainable Social Loan

Berita Terkait

Tag

terpopuler

Budaya

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda