Scroll untuk membaca artikel
Kamis, 05 Januari 2023 | 21:32 WIB

Viral di Media Sosial Saweran untuk Qariah, Begini Respon MUI

Anik AS
Viral di Media Sosial Saweran untuk Qariah, Begini Respon MUI
Viral video qori di Banten yang disawer direspon MUI. ((Foto. Tangkapan Layar))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Media sosial kembali dihebohkan dengan munculnya video viral di media sosial perihal qariah yang disawer oleh sejumlah orang saat sedang membaca ayat suci Al Quran.

Hal tersebut lalu memunculkan banyak respon dari warganet yang menyayangkan saweran tersebut. Bahkan saking ramainya Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun merespon kemunculan video yang viral itu.

Cholil Nafis Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah menegaskan perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan ayat-ayat Al Quran sehingga layak untuk dikecam.

“Ini cara yang salah dan tak menghormati majelis. Perbuatan haram dan melanggar nilai-nilai kesopanan. Hentikan acara dan perbuatan seperti ini,” kata Cholil, dikutip Antara. Kamis (5/1/2023).

Baca Juga:Bukan Gong Xi Fa Cai, Begini Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek yang Benar

Video yang beredar di media sosial, saat qariah bernama Nadia Hawasy di Banten tengah membaca ayat suci Al Quran, seseorang kemudian naik ke atas panggung dan langsung menyawer Qari dengan melempar-lemparkan uang.

Tak berselang lama, datang lagi seseorang yang melakukan hal serupa. Bahkan pria kedua menyelipkan uang di kerudung sang qariah.

Cholil mendorong agar ulama dan masyarakat menolak serta tidak menganggapnya sebagai sebuah tradisi.

“Mohon ulama dan tokoh masyarakat menolak ini dan jangan menganggap ini tradisi yang baik. Jelas cara ini bertentangan dengan ayat-ayat yang dibaca qariah,” ujarnya.

Ia berpesan qariah dapat mengambil sikap tegas dengan berhenti membaca sebagai sebuah protes atas tindakan yang merusak nilai-nilai kekhusyukkan dan kesopanan.

Baca Juga:Kisah Aipda Dwi Minta Maaf Usai Bikin Video Tutorial Lato-lato : Saya Tidak Niat Merendahkan Harkat Kepolisian

“Harus dilarang oleh panitia dan qariah mengambil tindakan berhenti membaca sebagai protes, bahkan keluarganya bisa mencegahnya,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Anwar Abbas Wakil Ketua Umum MUI mengatakan seorang qari atau qariah boleh menerima uang apabila diminta untuk membaca Al Quran. Namun pemberian uang harus dilakukan dengan cara yang elok serta sesuai adab.

“Cuma yang menjadi pertanyaan bagaimana cara memberikannya kepada yang bersangkutan apakah boleh dengan cara-cara yang tidak pantas dan tidak sopan?,” tanya Anwar.

“Tentu saja tidak boleh, karena kita diharapkan untuk bisa menghormati qari dan qariah serta juga Al Quran yang dibacanya,” jawabnya.

Ia memandang perilaku seseorang yang menyawer dengan melempar-lemparkan uang memperlihatkan sikap sombong. Perbuatan tersebut, kata Anwar, jelas bertentangan dengan Islam.

“Pada laki-laki yang kedua, terlihat dia meletakkan dan menyelipkan uang yang diberikannya ke jilbab yang dipakai oleh sang qariah. Tindakan itu jelas tidak pantas karena sang qariah adalah bukan mahramnya,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Tag

terpopuler

News

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda