Scroll untuk membaca artikel
Kamis, 08 Desember 2022 | 18:17 WIB

Bupati Bangkalan Ditangkap Karena Korupsi, KPK Ungkap Perannya di Lelang Jabatan

Muzaki
Bupati Bangkalan Ditangkap Karena Korupsi, KPK Ungkap Perannya di Lelang Jabatan
Bupati Bangkalan berompi orange KPK

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANGKALAN-Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, menyebut  Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron (RALAI) menerima suap sebesar Rp 5,3 miliar dari lelang jabatan dan fee proyek.

Uang sogokan itu diduga dipakai untuk keperluan pribadinya, di antaranya untuk membiayai survei elektabilitasnya. 

"Tersangka RALAI juga diduga menerima pemberian lainnya diantaranya dalam bentuk gratifikasi dan hal ini akan ditelusuri dan dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Penyidik," kata Firli, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Kamis (08/12/2022).

Dalam kurun waktu 2019-2022, Pemkab Bangkalan membuka formasi seleksi pada beberapa posisi ditingkat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) termasuk promosi jabatan untuk eselon 3 dan 4.

Baca Juga:Ekpresikan Dirimu di WhatsApp dengan Avatar


Bupati yang akrab dipanggil Ra Latif ini merupakan bupati periode 2018-2023. Abdul Latif memiliki wewenang memilih dan menentukan langsung kelulusan dari para ASN  yang mengikuti proses seleksi maupun lelang jabatan.


"Melalui orang kepercayaannya, Tersangka RALAI kemudian meminta komitmen fee berupa uang pada setiap ASN yang berkeinginan untuk bisa dinyatakan terpilih dan lulus dalam seleksi jabatan tersebut," kata Firli.

Jumlah uang yang diduga telah diterima tersangka RALAI melalui orang kepercayaannya sejumlah sekitar Rp 5,3 Miliar. 

Tim penyidik sempat menggeledah kurang lebih 14 kantor pemerintah kabupaten setempat, termasuk kantor DPRD Bangkalan dan sejumlah kantor dinas serta kediaman pribadi. 

Ali Fikri mengatakan, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajukan diri dan sepakat menyetorkan uang dalam program lelang jabatan tersebut. Dengan menyetorkan uang itu, mereka kemudian dipilih dan dinyatakan lulus dalam proses lelang jabatan.

Baca Juga:Fitur Avatar Dihadirkan WhatsApp untuk Memudahkan Ekspresi Diri Ketika Chattingan

Para ASN  itu meliputi tersangka AEL (Agus Eka Leandy, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Kabupaten Bangkalan. Lalu tersangka WY (Wildan Yulianto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangkalan).

Berikutnya tersangka AM (Achmad Mustaqim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan), tersangka HJ (Hosin Jamili, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangkalan), dan tersangka SH (Salman Hidayat, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan).

"Mengenai besaran komitmen fee yang diberikan dan diterima tersangka RALAI melalui orang kepercayaannya bervariasi sesuai dengan posisi jabatan yang diinginkan," ujar Firli.

Firli menyebut dugaan nilai komitmen fee tersebut dipatok mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 150 juta yang teknis penyerahannya secara tunai melalui orang kepercayaan tersangka Abdul Latif.

Selain itu, KPK juga menduga tersangka menerima sejumlah uang lain karena turut serta dalam pengaturan beberapa proyek di seluruh Dinas di Pemkab Bangkalan dengan penentuan besaran fee sebesar 10 persen dari setiap nilai anggaran proyek.

Berita Terkait

Tag

terpopuler

News

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda