Scroll untuk membaca artikel
Kamis, 08 Desember 2022 | 17:09 WIB

PPGA Terus Pantau Perkembangan Gunung Api Semeru, Begini Kondisi Terbarunya

Anik AS
PPGA Terus Pantau Perkembangan Gunung Api Semeru, Begini Kondisi Terbarunya
Gunung Semeru ((Suara.com))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Pasca erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Minggu, (04/11/2022) hingga saat ini gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur masih terus erupsi setiap hari.

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru pada Kamis, (08/12/2022) mencatat bahwa terekam 24 kali letusan/erupsi dengan amplitudo 10-25 mm dan lama gempa 58-193 detik untuk periode pengamatan 8 Desember 2022 pukul 00.00-06.00 WIB.

Mukdas Sofian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur mengatakan selain mengalami erupsi, tercatat enam kali gempa guguran, satu kali gempa hembusan, satu kali gempa vulkanik dangkal.

“Di sana juga atu kali gempa vulkanik dalam, dan 12 kali gempa tektonik jauh," katanya dikutip Antara.

Baca Juga:Perbaiki Kekalahan Pada Laga Penyisihan, Jonatan BerupayaTampil Impresif di Pertandingan Kedua WTF

Menurut Sofian, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga mengalami erupsi pada Rabu (7/12/2022) untuk periode pengamatan selama 24 jam (00.00-24.00 WIB) sebanyak 89 kali letusan dengan amplitudo 10-23 mm dan lama gempa 36-155 detik.

Sedangkan pada periode pengamatan Selasa (06/12/2022) tercatat erupsi sebanyak 88 kali dengan amplitudo 9-25 mm, dan lama gempa 52-176 detik.

"Saat ini status Gunung Semeru pada Level IV atau Awas, sehingga masyarakat diimbau untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi," ujarnya.

Pihaknya meminta masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai).

Lokasi tersebut berada di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 km dari puncak.

Baca Juga:Ekpresikan Dirimu di WhatsApp dengan Avatar

"Kami juga imbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***

Berita Terkait

Tag

terpopuler

News

Terkini

Loading...
Load More
Ikuti Kami

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda