Pengadil Tertinggi Tersangkut Korupsi, Ini Perjalanan Kasus Hakim Agung MA Cs Kena OTT KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, pengadilan negara tertinggi, Mahkamah Agung ternoda. Dari lembaga itu, KPK menangkap sejumlah pejabat, termasuk satu hakim agung bernama Sudrajad Dimyati yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Muzaki
Jum'at, 23 September 2022 | 07:49 WIB
Pengadil Tertinggi Tersangkut Korupsi, Ini Perjalanan Kasus Hakim Agung MA Cs Kena OTT KPK
KPK menunjukkan barang bukti OTT korupsi pejabat MA (suara.com)

PURWOKERTO.SUARA.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, pengadilan negara tertinggi, Mahkamah Agung ternoda. Dari lembaga itu, KPK menangkap sejumlah pejabat, termasuk satu hakim agung bernama Sudrajad Dimyati yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

OTT itu disebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang diterima KPK.

Kronologinya, pada Rabu (21/9/2022) pukul 16.00 WIB, 

OTT bermula ketika KPK mengendus adanya transaksi uang tunai dari tersangka Eko Suparno (pengacara) kepada tersangka Desy Yustria selaku PNS pada Kepaniteraan MA di sebuah hotel di Bekasi.

Baca Juga:Menteri PUPR Minta Proyek Tol Japek II Ruas Sadang-Kutanegara Selesai Desember 2022

Usut punya usut, Desy diduga merupakan kepanjangan tangan dari hakim Agung Sudrajad.

"DY sebagai representasi SD di salah satu hotel di Bekasi," kataKetua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers di KPK, Jumat (23/9/2022), dikutip dari suara.com.

Keesokan harinya, sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (22/9/2022) tim 

KPK menangkap Desy di kediamannya keesokan harinya. Uang tunai berupa dolar Singapura senilai SGD 205.000 atau sekitar Rp 2.648.520.000 turut disita.

Yosep Parera selaku pengacara dan Eko Suparno di Semarang, Jawa Tengah turut diamankan dan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan. 

Baca Juga:Viral Jenazah tak Ada Warga Mengantar sampai Perangkat Desa Turun Tangan, Faktanya Memilukan

"Selain itu, Albasri, PNS di MA, juga hadir ke Gedung Merah Putih KPK dan menyerahkan uang tunai Rp 50 juta," ungkap Firli.

Perjalanan Kasus

Ini berawal dari llaporan pidana dan gugatan perdata terkait dengan aktivitas dari Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) di Pengadilan Negeri Semarang yang diajukan tersangka Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana dengan diwakili kuasa hukumnya yakni Yosep dan Eko.

Heryanto dan Eko merasa tidak puas terhadap proses persidangan di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi. Karenanya, mereka mengajukan kasasi ke MA.

Dalam prosesnya, Yosep dan Eko diduga telah melakukan pertemuan tidak wajar dengan pegawai di Kepaniteraan MA.

"Melakukan pertemuan dan komunikasi dengan beberapa pegawai di Kepaniteraan MA yang dinilai mampu menjadi penghubung hingga fasilitator dengan majelis hakim yang nantinya bisa mengondisikan putusan sesuai dengan keinginan YP dan ES," ujar Firli.

Pegawai MA yang diduga bersepakat dengan Yosep dan Eko adalah DY dengan imbalan sejumlah uang.

DY kemudian mengajak PNS pada Kepaniteraan MA yakni Muhajir Habibie (MH)  dan Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP) untuk ikut serta menjadi penghubung penyerahan uang ke majelis hakim.

Firli menyebut DY menerima  uang senilai SGD 202.000 atau Rp 2,2 miliar dari Yosep dan Eko.

"Kemudian oleh DY (Desy Yustria) dibagi lagi dengan pembagian DY menerima sekitar sejumlah Rp 250 juta, MH (Muhajir Habibie) menerima sekitar Rp 850 juta, ETP (Elly Tri) menerima sekitar Rp 100 juta dan SD (Sudrajad) menerima sekitar Rp 800 juta yang penerimaannya melalui ETP," sebut Firli.

Tidak ada makan siang gratis. Lewat suap itu,  putusan yang diharapkan Yosep dan Eko pastinya dikabulkan dengan menguatkan putusan kasasi yang sebelumnya menyatakan koperasi simpan pinjam Intidana pailit.

Sebagai pemberi suap, Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi disangkamelanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan Sudrajad, Desy, Elly, Muhajir, Redi, dan Albasri sebagai penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Berikut nama-nama 10 tersangka kasus suap pengurusan perkara di MA 

1.  Sudrajad Dimyati, Hakim Agung pada Mahkamah Agung

2. Elly Tri Pangestu, Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung

3. Desy Yustria, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung

4. Muhajir Habibie, PNS pada Kepaniteraan Mahkamah Agung

5. Redi, PNS di Mahkamah Agung

6. Albasri, PNS di Mahkamah Agung

7. Yosep Parera, pengacara

8. Eko Suparno, pengacara

9. Heryanto Tanaka, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

10. Ivan Dwi Kusuma Sujanto, swasta/debitur Koperasi Simpan Pinjam ID (Intidana)

News

Terkini

pihaknya bakal menerima sanksi yang akan diberikan Komdis PSSI. Meski sejauh ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan sanksi apa yang akan diterima secara resmi.

Sport | 12:12 WIB

Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberi perhatian pada tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Melalui rekaman video singkat, ia mengucapkan belasungkawa untuk para korban yang meninggal pada tragedi Kanjuruhan.

Sport | 09:35 WIB

manfaat tumbuhan kumis kucing yang perlu kalian ketahui

Lifestyle | 08:47 WIB

Saat anak telah memiliki pikiran yang kritis sejak dini maka anak dapat lebih mudah memahami diri sendiri, mampu memecahkan masalah dan menerima perbedaan

Lifestyle | 08:11 WIB

Doa keselamatan bisa diamalkan sebelum berpergian atau saat melakukan perjalanan. Ada beberapa doa yang dikenal dalam umat Islam

Lifestyle | 08:06 WIB

Unjuk rasa yang dilakukan itu untuk mendukung keputusan penyelenggara kompetisi Liga 1 untuk menghentikan sementara seluruh pertandingan, usai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya

Sport | 21:06 WIB

Pemerintah bentuk Neraca Komoditas yang berisi data dan informasi komoditas tertentu

News | 20:59 WIB

Dilansir dari situs resmi FIFA, Infantino selaku Presiden FIFA mengucapkan belasungkawa kepada keluarga dan teman korban dalam insiden tragis itu.

Sport | 20:22 WIB

Bahkan, akun twitter Mesut Ozil, pemain sepakbola top dunia ikut mengomentari peristiwa memilukan ini. Akun Mesut Ozil mengunggah postingan dengan kata-kata sebagai berikut

News | 18:52 WIB

Presiden meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Di saat yang sama, Kepala Negara meminta agar Liga 1 dihentikan sementara.

News | 18:11 WIB

"Ada luka memar di sekujur tubuh bahkan ada warna biru,"ujar paman korban.

Metropolitan | 19:23 WIB

Ayah dan Ibu Brigadir J mengungkap arogannya tindakan rombongan Brigjen Pol Hendra Kurniawan yang bahkan tak berkenan melepas sepatu mereka.

Metropolitan | 18:42 WIB

Buntut prank dengan membikin laporan soal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), artis Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven, dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Metropolitan | 18:14 WIB

"Setelah saya berdiri saya didorong dari belakang dan kemudian melihat ayah terjatuh,"

Metropolitan | 14:56 WIB

Lirik lagu tersebut menggambarkan kerinduan terhadap bulan purnama, sesuai dengan judulnya

Metropolitan | 14:23 WIB

Ruben Onsu mengaku sempat berkirim pesan dengan Lesti Kejora sampai berita soal KDRT heboh dan diceritakan oleh istri Rizky Billar tersebut.

Gosip | 19:03 WIB

Kontrak rumah yang ditempati Rizky Billar dan Lesti Kejora tinggal dua tahun lagi.

Gosip | 18:50 WIB

Millen kembali menggunggah foto seksi ke media sosial Instagram pribadinya.

Gosip | 18:49 WIB

Kepercayaan publik kepada Baim Wong sudah menipis karena dinilai selalu mengulagi kesalahan yang sama meski sudah meminta maaf.

Gosip | 18:29 WIB

Menurut Inul Daratista, apa yang terjadi pada rumah tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar merupakan akibat dari perjodohan warganet.

Gosip | 18:16 WIB
Tampilkan lebih banyak