Melewatkan Jagad Lengger Festival (JLF) 2022? Santai, Ini Rangkuman Acaranya

Jagad Lengger Festival (JLF) 2022 telah usai. Selama tiga hari sejak 25-27 Juni 2022 di Pendhapa Si Panji, Banyumas, sejumlah rangkaian acara telah dilalui. Bagi yang melewatkan even ini, berikut rangkuman acaranya selama tiga hari berturut-turut.

Rudal Afgani Dirgantara
Kamis, 30 Juni 2022 | 23:53 WIB
Melewatkan Jagad Lengger Festival (JLF) 2022? Santai, Ini Rangkuman Acaranya
Dok. Jagad Lengger Festival (JLF) 2022

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS – Jagad Lengger Festival (JLF) 2022 telah usai. Selama tiga hari sejak 25-27 Juni 2022 di Pendhapa Si Panji, Banyumas, sejumlah rangkaian acara telah dilalui. Bagi yang melewatkan even ini, berikut rangkuman acaranya selama tiga hari berturut-turut.

Hari Pertama

Semua acara di hari pertama adalah representasi dari tradisi lengger klasik di masa lalu. Yang dipilih adalah topik, film, dan pertunjukan dari lengger di dekade 1980-an di Banyumas. Pengunjung dibawa kembali ke masa lalu untuk tahu seperti apa lengger dulu hadir di masyarakat.

1. Seminar "Refleksi dan Catatan Kaki Lengger" dengan pemateri Otniel Tasman, Direktur JLF dan penari lengger dan Yustina Devi, Dosen dan peneliti lengger.

Baca Juga:Suporter Tim Futsal Antarpelajar di SMK Telkom Purwokerto Bentrok, Polisi Amankan 41 Orang Panitia

Seminar hari pertama membicarakan soal pemaknaan lengger. Bagaimana publik melihat dan memaknai lengger, serta yang lebih penting bagaimana Otniel Tasman sebagai penari lengger memaknai tubuh dan wacana soal lengger sendiri. Otniel menyatakan bahwa diskusi soal identitas gender pada lengger sesungguhnya adalah isu yang sangat permukaan, sebab lengger menyimpan banyak kedalaman isu lain untuk dikaji.

2. Pemutaran Film "Leng Apa Jengger" dengan pemateri Bowo Leksono, Direktur CLC Purbalingga. Film ini merupakan film dokumenter yang menyorot kehidupan maestro lengger Dariah, sejak kecil hingga masa tuanya. Dariah adalah sosok representatif dari konsep nyawiji  (peleburan) pada lengger.

3. Pertunjukan Paguyuban Langensari & Narsihati ft. Sukendar
Paguyuban Langensari melangsungkan pertunjukan di amphiteatre terbuka Pendhapa Si Panji. Meski format klasik mereka tampil rancak dan semarak. Sementara malamnya tampil Narsihati dan Sukendar. Keduanya merupakan legenda hidup tradisi lengger Banyumasan. Penampilan prima dan skillful Sukendar berpadu asik dengan Narsihati yang sering melempar guyonan interaktif. Membawa nuansa pesta lenggeran Banyumas tempo dulu.

Hari Kedua

Di hari kedua, konten festival berfokus pada lengger masa kini. Dalam konteks, bagaimana tradisi lengger tampil di berbagai produk kebudayaan populer masa kini, dan bagaimana akhirnya hal-hal itu membentuk citra lengger masa kini di publik. 

Baca Juga:Tawuran Antarpelajar Pecah di SMK Telkom Purwokerto, Ini Pemicunya

1. Seminar "Lengger dalam Budaya Tutur, Teks, ke Layar"
Seminar ini menghadirkan Garin Nugroho, sutradara dan Ahmad Tohari, penulis. Pada sesi pagi di ruang seminar ini, Garin Nugroho hadir secara daring sementara Ahmad Tohari hadir di venue.

Dibahas bagaimana proses kreatif Ahmad Tohari selama menulis “Ronggeng Dukuh Paruka”, serta pengalaman apa saja yang ia lalui untuk menciptakan karakter Srinthil dan Rasus yang legendaris itu.

Garin juga menyatakan kekagumannya pada Ahmad Tohari, menurutnya hanya Ronggeng Dukuh Paruk novel yang bercerita secara detil tak hanya soal nilai di tradisi lengger tapi juga aspek ekologisnya.

2. Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" arahan Garin Nugroho
Sesi diskusi menarik sebab selain Garin Nugroho, Rianto (penari lengger yang cerita hidupnya jadi pondasi cerita film ini) hadir secara daring.

Banyak dibahas tentang proses kreatif Garin Nugroho, tentang trauma tubuh yang dialami seorang penari lengger, serta bagaimana Rianto memaknai hidupnya sebagai penari lengger. Ia mengatakan, tak penting membedakan apakah seorang lengger itu laki-laki atau perempuan.

2. Pertunjukan Calengsai (Calung, Lengger, Barongsai) dan Rumah Lengger
Penampilan memukau juga dihadirkan Calengsai yang seolah menabrakkan kegarangan barongsai dengan gemulainya lengger.

Rumah Lengger tampil pula membawakan gubahan pertunjukan mereka di pendhapa. Tampil lima penari lengger gemulai yang diiringi oleh kendangan rancak Sukendar. Seluruh pertunjukan diadakan di pendhapa sebab cuaca hujan hari itu.

Hari Ketiga

Di hari ketiga dan penutup, acara difokuskan pada proyeksi lengger di masa depan dan interpretasi lengger oleh generasi muda. Di hari ketiga ini, pengunjung diajak membayangkan rute seperti apa yang akan dilalui oleh para pelaku lengger di zaman yang bergerak semakin modern. Serta kemungkinan seperti apa yang juga tumbuh darinya.

1. Seminar "Membingkai Masa Depan Lengger"
Pemateri Budiman Sudjatmiko, Politikus, akademisi dan Rene Lysloff, Peneliti tradisi lengger. Acara digelar di Pendhapa Si Panji, membahas lengger di zaman modern. Rene Lysloff, yang sudah mencatat perjalanan lengger di pelosok Banyumas sejak tahun 1980-an menyatakan pentingnya pengolahan arsip lengger, sehingga publik tahu perkembangan sejarah dan apa saja yang bisa dilakukan ke depan.

Sementara Budiman Sudjatmiko berbicara soal lengger sebagai identitas Banyumas merupakan bagian dari identitas kultural Indonesia yang beragam. Untuk mempunyai karakter, sebuah bangsa harus mencari akar dan tradisinya, dan masyarakat Banyumas harus bangga punya tradisi lengger.

2. Pemutaran film "Amongster: Voyage of Lengger"  arahan Zen Al Ansory
Film hybrid gabungan fiksi, dokumenter, serta dokumentasi karya ini diputar di ruang seminar. Film ini adalah bagian dari karya teranyar Otniel Tasman yang berjudul sama. Menghadirkan cerita autobiografi Otniel sebagai penari lengger, yang kemudian ia dekonstruksi di panggung dengan memadukan gerakan lengger dengan tampilan minimalis dan musik noise. Diskusi dengan sutradara lebih banyak membahas bagaimana relasi film dengan karya di atas panggung.

3. Pertunjukan Seblaka Sesutane & Otniel Dance Community (ODC)
Pertunjukan hari terakhir berlangsung meriah dan semarak. Seblaka Sesutane membuka pertunjukan dengan tarian menggoda lima penari lengger.

“The Cosmos of Leng” adalah judul karya mereka. Format pentas lengger klasik diotak-atik menjadi lebih interaktif dan ringan sehingga penonton hanyut dalam ritme yang mereka bawa.

Setelah maghrib, “Lengger Laut” dari ODC tampil meriah. Karya yang berangkat dari interpretasi Otniel Tasman terhadap hidup Dariah yang bagai ombak di lautan ini ditampilkan dalam dramaturgi apik. Melibatkan empat penari laki-laki yang disepanjang pertunjukan berinteraksi dengan Otniel dan kemudian bertransformasi jadi lengger perempuan.

Penonton menyaksikan tranformasi gender yang cair, interaksi yang seru, serta pemaknaan spiritual yang dalam dari lengger. Pentas ini juga jadi pentas paling ramai sepanjang gelaran JLF 2022.

Pada hari ketiga, hadir pula Sutanto Mendut, budayawan sekaligus inisiator komunitas Lima Gunung yang tampil membawakan pidato kebudayaan diiringi musik dan tarian lengger. Sutanto Mendut bicara soal sejarah lengger dan desa. 

Ia menjelaskan bahwa selama ini pembacaan masyarakat kota soal desa sangat tipikal, dan tidak betul-betul mengerti konsep dan makna desa yang sesungguhnya. Sementara lengger adalah salah satu yang membuat desa itu sebuah desa yang otentik.

“Pameran kami bagi jadi dua, Dekade Lengger yang fokus pada arsip video lengger tiga periode, dan Pokok Tokoh Lengger yang membahas aktor-aktor di balik perkembangan lengger di Banyumas. Seru pamerannya, kami mendapat banyak respon mengejutkan dari pengunjung,” ujar Abdul Aziz, kurator JLF 2022. 

Selama tiga hari, pameran arsip diselenggarakan di dua tempat. Ruang video dan kandang jaran. Beberapa arsip, dalam bentuk foto, audio, juga video ditampilkan.  Selama tiga hari itu pula, ruang pamer juga didatangi oleh pengunjung. Mereka juga bisa singgah ke Rumah Lengger, untuk cari tahu lebih dalam soal dokumentasi serta catatan mengenai lengger Banyumas. Di ruang arsip digital Dekade Lengger, penonton bisa menjajal teknologi VR yang akan membawa mereka ke pesta lengger tahun 1980-an.

Selama tiga hari pula, semarak Peken Dusun Lengger dimeriahkan oleh 15 tenant UMKM yang menjajakan aneka barang: dari makanan, dolanan anak, craft, minuman, merchandise, hingga tembakau lintingan.

Acara JLF 2022 diproyeksikan akan jadi agenda tahunan di Banyumas. JLF optimis bisa menghidupkan kembali semarak tradisi lengger yang memang jadi representasi paling tepat identitas kota Banyumas ini. Sampai jumpa tahun depan.

Budaya

Terkini

hatsApp sedang membangun cara baru untuk meningkatkan privasi dan keamanan pengguna untuk meningkatkan pengalaman saat menggunakan aplikasi.

Lifestyle | 11:39 WIB

Timnas Indonesia harus bekerja keras untuk lolos ke final Piala AFF U-16, Rabu 10 Agustus 2022 di Maguwoharjo Stadium. Melawan Myanmar yang menerapkan strategi parkir bus di lini belakang, Tinmas kesulitan mencetak gol bahkan tertinggal 1-0 di babak pertama.

Sport | 22:55 WIB

Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF U-16 setelah menang melalui drama adu pinalti. Indonesia akan kembali bertemu Vietnam di partai final.

Sport | 22:25 WIB

Timnas Indonesia sempat tertinggal 1-0 dari Myanmar pada babak pertama semifinal Piala AFF U-16 di Maguwoharjo Stadium, Rabu 10 Agustus 2022. Gol Myanmar dicetak Nay Min pada menit 43. Namun Timnas Indonesia melalui Riski Afrisal menyamakan kedudukan pada menit 69 melalui tendangan bebas.

Sport | 21:57 WIB

Jika ditotal maka pendapatan keseluruhan gaji pokok ditambah tunjangan yang diterima oleh Ferdy Sambo sekitar Rp 32 hingga 34 juta per bulannya.

News | 21:54 WIB

Timnas Indonesia tertinggal 1-0 dari Myanmar pada semifinal Piala AFF U-16 di Maguwoharjo Stadium, Rabu 10 Agustus 2022. Gol Myanmar dicetak Nay Min pada menit 43.

Sport | 21:43 WIB

Belum lama ini boy grup NCT Dream membatalkan jadwal konser mereka, yang rencananya diadakan akhir juli lalu harus dibatalkan karena dua anggota nya positif Covid-19 dan harus menjalankan isolasi mandiri.

Lifestyle | 21:14 WIB

Di satu sisi, selain trek yang menantang, banyak tempat mountain bike di Indonesia juga menawarkan pemandangan alam yang mempesona.

Lifestyle | 21:07 WIB

Sebanyak 982 jiwa di Kota Surakarta (Solo) telah terinfeksi virus HIV/AIDS. Dikutip dari portal resmi Pemkot Surakarta, dari angka itu, 158 orang diantaranya telah meninggal dunia.

News | 20:59 WIB

Tapi kita pengacara berpegang pada kebenaran, pada peraturan UU. Sepanjang yang dijalankan benar, jalan terus,katanya

News | 20:31 WIB

Sebanyak 20 ton gula semut produksi UMKM Purbalingga diekspor ke Malaysia.

News | 20:28 WIB

Ribuan Bobotoh berunjuk rasa di Graha Persib pada Rabu (10/8/2022) Siang. Viking Persib Club mendara, ada sekitar 5.000 orang yang hadir dalam aksi tersebut.

Sport | 19:35 WIB

Seorang karyawan CV Building Matrial Contruction, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen mengalami kecelakaan tragis, Rabu (10/8/2022). Ia ditemukan meninggal di tempat kerja.

News | 19:25 WIB

Saat ini pengguna WhatsApp dapat menghapus pesan yang sudah dikirim meskipun durasinya mencapai dua hari setelah pesan itu dikirim.

Lifestyle | 19:09 WIB

WhatsApp kembali merilis sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna tak bisa lagi merekam (screenshot) sebuah pesan sekali lihat atau View Once

Lifestyle | 18:54 WIB
Tampilkan lebih banyak