Kasus Suporter Keroyok Wasit di Wonosobo, Kapolres Ancam Cabut Izin Liga Askab Wonosobo

Meski sempat ada keributan yang menodai jalannya turnamen, Kapolres AKBP Eko Novan mengaku Wonosobo tidak akan mencabut izin Liga ASKAB Wonosobo.

Khoirul Muzaki
Kamis, 30 Juni 2022 | 23:06 WIB
Kasus Suporter Keroyok Wasit di Wonosobo, Kapolres Ancam Cabut Izin Liga Askab Wonosobo
Kasus Suporter Keroyok Wasit di Wonosobo, Kapolres Ancam Cabut Izin Liga Askab Wonosobo

PURWOKERTO.SUARA.COM, WONOSOBO-Meski sempat ada keributan yang menodai jalannya turnamen,  Kapolres AKBP Eko Novan mengaku Wonosobo tidak akan mencabut izin Liga ASKAB Wonosobo.

Pihaknya menilai, apabila izin penyelenggaraan turnamen dicabut, sebagian masyarakat Wonosobo akan kehilangan kebahagiaan untuk bisa menyaksikan pertandingan. 

Apalagi ini adalah liga pertama yang diadakan setelah dua tahun masa pandemi turnamen itu ditiadakan. 

“Jika izin kami cabut, maka masyarakat yang benar benar ingin menyaksikan pertandingan sportif akan kecewa, "lanjutnya.

Baca Juga:Festival Film Purbalingga ke-16 Kembali Digelar Secara Tatap Muka, Berikut Jadwalnya

Sebagai langkah antisipasi kejadian serupa, ASKAB Wonosobo bersepakat dengan Polres Wonosobo untuk menunda pelaksanaan pertandingan liga 1 dan liga 2 ASKAB Wonosobo.

“Pertandingan liga 1 dan liga 2 ASKAB Wonosobo resmi kami tunda untuk melaksanakan pembenahan agar terwujud sepak bola yang aman dan lebih maju di Wonosobo,” jelas AKBP Eko Novan.

Diungkapkan Ketua ASKAB, Wahyu Nugroho, pihaknya menginginkan klub-klub sepak bola Kabupaten Wonosobo terus berkembang dan mengalami kemajuan.

Kapolres berharap, adanya penundaan ini menjadi kesempatan bagi semua pihak baik ASKAB, klub sepakbola maupun klub suporter untuk menata ulang dan membenahi pelaksanaan liga ASKAB Wonosobo.

“Apabila di kemudian hari terjadi kericuhan atau pengeroyokan serupa, maka izin liga terpaksa kami cabut,"katanya

Baca Juga:Pertandingan Liga di Wonosobo Ricuh, Suporter Keroyok Wasit hingga Polisi Turun Tangan


Seperti diketahui, pertandingan sepakbola di Desa Sindipaten, Kertek, Wonosobo, Senin lalu dinodai dengan aksi keributan. 

Suasana pertandingan berubah ricuh. Puncaknya, suporter diduga mengeroyok wasit. 

Setelah insiden itu, Polres Wonosobo menggelar rapat koordinasi dengan pengurus ASKAB PSSI Wonosobo terkait tindakan pengeroyokan wasit oleh suporter saat pertandingan di lapangan Sindupaten, Kertek Senin lalu, Kamis (30/6/2022). 


Dari sisi pengamanan, polisi rupanya cukup kewalahan mengatasi keributan itu. Wajar, pelaksanaan 4 pertandingan dalam sehari itu, menurutnya, tidak sebanding dengan kekuatan anggotw Polres yang ditugaskan. 

“Pelaksanaan 4 pertandingan dalam sehari di 2 lokasi yang berbeda membuat kami kesulitan mem-ploting personel, "kata Kapolres

Sementara sebagian anggota Polres saat itu sedang ditugaskan membantu pengamanan pilkades di Temanggung dan pengamanan Kebumen International Expo. 

Dengan jumlah penonton mencapai 300 orang, lanjutnya, tidak sebanding dengan jumlah personel pengamanan Polres Wonosobo yang terbatas di lapangan pada setiap pertandingan.

Tak hanya wasit, ia mengaku beberapa anggotanya ada yang menjadi korban pemukulan ketika berusaha melerai keributan yang terjadi saat pertandingan antara Keseneng dan Ngampel berlangsung

Sport

Terkini

Untuk mencetak lengger yang profesional dan bermertabat, Kabupaten Wonosobo menggelar Wisuda Lengger. Tahun ini, tahapan Wisuda Lengger angkatan ke-3 Rakanan Suro Giyanti 2022 telah dimulai.

Budaya | 12:08 WIB

hatsApp sedang membangun cara baru untuk meningkatkan privasi dan keamanan pengguna untuk meningkatkan pengalaman saat menggunakan aplikasi.

Lifestyle | 11:39 WIB

Jika ditotal maka pendapatan keseluruhan gaji pokok ditambah tunjangan yang diterima oleh Ferdy Sambo sekitar Rp 32 hingga 34 juta per bulannya.

News | 21:54 WIB

Belum lama ini boy grup NCT Dream membatalkan jadwal konser mereka, yang rencananya diadakan akhir juli lalu harus dibatalkan karena dua anggota nya positif Covid-19 dan harus menjalankan isolasi mandiri.

Lifestyle | 21:14 WIB

Di satu sisi, selain trek yang menantang, banyak tempat mountain bike di Indonesia juga menawarkan pemandangan alam yang mempesona.

Lifestyle | 21:07 WIB

Sebanyak 982 jiwa di Kota Surakarta (Solo) telah terinfeksi virus HIV/AIDS. Dikutip dari portal resmi Pemkot Surakarta, dari angka itu, 158 orang diantaranya telah meninggal dunia.

News | 20:59 WIB

Tapi kita pengacara berpegang pada kebenaran, pada peraturan UU. Sepanjang yang dijalankan benar, jalan terus,katanya

News | 20:31 WIB

Sebanyak 20 ton gula semut produksi UMKM Purbalingga diekspor ke Malaysia.

News | 20:28 WIB

Seorang karyawan CV Building Matrial Contruction, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen mengalami kecelakaan tragis, Rabu (10/8/2022). Ia ditemukan meninggal di tempat kerja.

News | 19:25 WIB

Saat ini pengguna WhatsApp dapat menghapus pesan yang sudah dikirim meskipun durasinya mencapai dua hari setelah pesan itu dikirim.

Lifestyle | 19:09 WIB

WhatsApp kembali merilis sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna tak bisa lagi merekam (screenshot) sebuah pesan sekali lihat atau View Once

Lifestyle | 18:54 WIB

Fitur baru di WhatsApp terkait privasi pengguna memungkinkan pengguna untuk keluar dari grup WhatsApp diam-diam, tanpa ketahuan.

Lifestyle | 18:44 WIB

Deolipa Yumara, kuasa hukum Bharada RE mendadak mencuri perhatian. Bukan hanya cara penyampaiannya yang melegakan publik, namun juga penampilannya yang nyentrik.

News | 17:28 WIB

Terkait penyalahgunaan senjata api ini, tindakan Ferdy Sambo dalam kejadian itu bertolak belakang dengan pernyataannya saat menjabat Kadiv Propam Polri.

News | 12:52 WIB

Celebes Canyon menawarkan keindahan berupa bebatuan sungai dengan bentuk sangat indah yang dapat dijadikan tempat swafoto bersama teman ataupun keluarga.

Lifestyle | 11:40 WIB
Tampilkan lebih banyak