Polisi Harus Usut Aktor di Balik Promo Alkohol Muhammad dan Maria

Dalam kasus dugaan penistaan agama terkait promo minuman alkohol Holywings, para pelaku pembantu dianggap tidak boleh diadili sebelum pelaku utama terbukti bersalah. Polisi diharuskan menemukan personel directing Mind (aktor utamanya).

Khoirul Muzaki
Kamis, 30 Juni 2022 | 08:23 WIB
Polisi Harus Usut Aktor di Balik Promo Alkohol Muhammad dan Maria
Polisi Harus Usut Aktor di Balik Promo Alkohol Muhammad dan Maria

PURWOKERTO.SUARA.COM, JAKARTA-Dalam kasus dugaan penistaan agama terkait promo minuman alkohol Holywings, para pelaku pembantu dianggap tidak boleh diadili sebelum pelaku utama terbukti bersalah. Polisi diharuskan menemukan personel directing Mind (aktor utamanya).

"Polisi harus meluaskan penyidikan, mengambil langkah langkah terukur serta menemukan directing mind personil yaitu pengendali pada perusahaan hollywings, harus ditelusuri siapakah yang memerintahkan dan menyuruh maupun menyetujui promo minuman beralkohol untuk yang bernama Muhammad dan Maria (dugaan penistaan agama), yang dilakukan manajemen Holywings," ujar Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra dalam siaran tertulisnya pada Rabu (29/06/2022).

Ia menerangkan, polisi harus menelusuri permufakatan jahat berupa promo minuman keras ini dilakukan oleh beberapa orang yang berkapasitas sebagai personal pengendali  yang secara serentak menyepakati promo  minuman alkohol tersebut atau ada beberapa bagian yang terpisah dari perbuatan pelaku pengendali tersebut atas 6 orang yang sudah berstatus tersangka. 

Menurut Azmi, hal ini harus dilihat peran apa yang diperbuat dari personal pengendali pada level management yang semestinya dapat mencegah atau membiarkan promo tersebut.

Baca Juga:Nyore Spesial Hari Anak Nasional: Harapan dan cita-cita Generasi Penerus Bangsa

"Karena sejatinya pelaku yang berdasarkan hubungan kerja ini, adalah kesalahan bagi management jika kegiatan bisnisnya membahayakan karyawan sehingga jadi tersangka, termasuk bila kesalahan semata dibebankan pada level anak buah, secara pegawai hanya melakukan perintah atasannya," ungkapnya

Azmi melanjutkan, semestinya tindakan pegawainya merupakan representatif perbuatan pemimpinnya. Hal itu dkarenakan tindakan anak buahnya tersebut sudah di ketahui oleh personal pengendali pada level atas manajemen.

Artinya, lanjut dia, sepanjang ada bukti dan relevansi bahwa personal pengendali korporasi yang bersangkutan bertindak sebagai pemimpin atau pemberi perintah dan memiliki mens rea yang ianya tahu akan promo dimaksud, maka dapat dibebani pertangungjawaban pidana.

Azmi menjelaskan, secara faktual  perbuatannya yang jika dihubungkan dengan rumusan delik, peran kontribusinya sebagai pemberi perintah termasuk dengan adanya  hubungan kerja terhadap enam pegawai dimaksud hanya sebagai kategori pelaku pembantu. 

"Maka personal pengendali pada level manajemenlah yang semestinya sebagai pelaku utama bukan anak buahnya, dan dalam hukum pidana pelaku pembantu tidak boleh diadili sebelum pelaku utama terbukti bersalah," tegasbya. 

Baca Juga:Ke Rusia, Jokowi Bawa Pesan Zelensky untuk Putin

Ia menambahkan, untuk adanya keadilan hukum, pihaknya mendorong kepolisian untuk terus mengungkap dan menemukan siapakah pimpinan di level manajemen yang mengendalikan, termasuk menggerakkan penyetujuan dugaan penistaan agama promo minuman alkohol untuk yang bernama Muhammad dan Maria oleh pihak Holywings. (Arif KF)

News

Terkini

hatsApp sedang membangun cara baru untuk meningkatkan privasi dan keamanan pengguna untuk meningkatkan pengalaman saat menggunakan aplikasi.

Lifestyle | 11:39 WIB

Timnas Indonesia harus bekerja keras untuk lolos ke final Piala AFF U-16, Rabu 10 Agustus 2022 di Maguwoharjo Stadium. Melawan Myanmar yang menerapkan strategi parkir bus di lini belakang, Tinmas kesulitan mencetak gol bahkan tertinggal 1-0 di babak pertama.

Sport | 22:55 WIB

Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF U-16 setelah menang melalui drama adu pinalti. Indonesia akan kembali bertemu Vietnam di partai final.

Sport | 22:25 WIB

Timnas Indonesia sempat tertinggal 1-0 dari Myanmar pada babak pertama semifinal Piala AFF U-16 di Maguwoharjo Stadium, Rabu 10 Agustus 2022. Gol Myanmar dicetak Nay Min pada menit 43. Namun Timnas Indonesia melalui Riski Afrisal menyamakan kedudukan pada menit 69 melalui tendangan bebas.

Sport | 21:57 WIB

Timnas Indonesia tertinggal 1-0 dari Myanmar pada semifinal Piala AFF U-16 di Maguwoharjo Stadium, Rabu 10 Agustus 2022. Gol Myanmar dicetak Nay Min pada menit 43.

Sport | 21:43 WIB

Belum lama ini boy grup NCT Dream membatalkan jadwal konser mereka, yang rencananya diadakan akhir juli lalu harus dibatalkan karena dua anggota nya positif Covid-19 dan harus menjalankan isolasi mandiri.

Lifestyle | 21:14 WIB

Di satu sisi, selain trek yang menantang, banyak tempat mountain bike di Indonesia juga menawarkan pemandangan alam yang mempesona.

Lifestyle | 21:07 WIB

Ribuan Bobotoh berunjuk rasa di Graha Persib pada Rabu (10/8/2022) Siang. Viking Persib Club mendara, ada sekitar 5.000 orang yang hadir dalam aksi tersebut.

Sport | 19:35 WIB

Saat ini pengguna WhatsApp dapat menghapus pesan yang sudah dikirim meskipun durasinya mencapai dua hari setelah pesan itu dikirim.

Lifestyle | 19:09 WIB

WhatsApp kembali merilis sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna tak bisa lagi merekam (screenshot) sebuah pesan sekali lihat atau View Once

Lifestyle | 18:54 WIB

Fitur baru di WhatsApp terkait privasi pengguna memungkinkan pengguna untuk keluar dari grup WhatsApp diam-diam, tanpa ketahuan.

Lifestyle | 18:44 WIB

Deolipa Yumara, kuasa hukum Bharada RE mendadak mencuri perhatian. Bukan hanya cara penyampaiannya yang melegakan publik, namun juga penampilannya yang nyentrik.

News | 17:28 WIB

Terkait penyalahgunaan senjata api ini, tindakan Ferdy Sambo dalam kejadian itu bertolak belakang dengan pernyataannya saat menjabat Kadiv Propam Polri.

News | 12:52 WIB

Celebes Canyon menawarkan keindahan berupa bebatuan sungai dengan bentuk sangat indah yang dapat dijadikan tempat swafoto bersama teman ataupun keluarga.

Lifestyle | 11:40 WIB

Kemarin ada 25 personel yang kami periksa, dan saat ini bertambah menjadi 31 personel.

News | 11:33 WIB
Tampilkan lebih banyak